Sabtu, 08 November 2025

Kembalinya Sang "Pengkhianat": Akankah Garnacho Disambut Sorakan di Old Trafford?

Old Trafford bersiap menyambut malam penuh emosi. Dalam laga pekan ke-5 Premier League 2025/2026, Sabtu (20/9) malam WIB, Manchester United akan menjamu Chelsea dalam duel klasik yang sarat gengsi. Namun, sorotan utama bukan hanya soal taktik atau peringkat — melainkan kepulangan Alejandro Garnacho ke markas yang dulu pernah ia sebut rumah.


Dari Idola ke Sosok yang Dikhianati

Masih segar dalam ingatan, Garnacho pernah dielu-elukan publik Old Trafford. Chant “Viva Garnacho! menggema di tribun setiap kali ia menari di sisi kiri lapangan. Pemain muda Argentina itu dianggap simbol masa depan klub — kombinasi kecepatan, flair, dan keberanian khas pemain muda United.

Namun, semuanya berubah cepat. Kepindahannya ke Chelsea pada musim panas lalu, dengan mahar £40 juta, meninggalkan luka mendalam di hati para penggemar. Bukan hanya karena kepergiannya, tapi juga cara ia melakukannya — dingin, penuh drama, dan dianggap mengkhianati klub yang membesarkannya.

Konflik di Balik Ruang Ganti

Akar permasalahan bermula dari retaknya hubungan antara Garnacho dan manajer Ruben Amorim. Sang pelatih yang dikenal tegas itu disebut gerah dengan sikap egois Garnacho di ruang ganti. Ketika performanya menurun dan kedisiplinannya dipertanyakan, Amorim mulai mencadangkannya — puncaknya ketika Garnacho dikeluarkan dari skuad untuk derby Manchester pada Desember lalu.

Masalah semakin panas di final Liga Europa, ketika Garnacho meluapkan kekecewaannya karena tidak menjadi starter lewat unggahan media sosial. Aksi itu dianggap provokatif dan tak menghormati tim. Amorim pun menjadikannya contoh, mencoret sang pemain di laga terakhir musim dan membuka jalan bagi transfernya ke Stamford Bridge.


United Melepas, Chelsea Menyambut

Bagi sebagian pihak di United, melepas Garnacho justru dianggap langkah bijak. Amorim ingin menjaga keharmonisan ruang ganti, dan kehilangan satu pemain berbakat lebih baik daripada mempertahankan sumber ketegangan.

Kini, di bawah asuhan Enzo Maresca, Garnacho mencoba membuka lembaran baru di London Barat. Maresca dikenal sebagai pelatih yang pandai membentuk pemain muda — tapi tugasnya kali ini bukan hanya mengasah kemampuan, melainkan menjinakkan ego besar yang sempat merusak karier sang winger.

Sambutan yang Tak Akan Hangat

Sabtu malam nanti, sorotan kamera akan tertuju padanya. Setiap kali Garnacho menyentuh bola, kemungkinan besar cemoohan akan menggema dari tribun yang dulu meneriakkan namanya. Publik Old Trafford belum melupakan perpisahan yang dianggap pengkhianatan.

Bagi Garnacho, ini bukan sekadar pertandingan — melainkan ujian mental terbesar dalam kariernya sejauh ini. Mampukah ia tetap tenang dan menunjukkan kualitasnya, atau justru tenggelam di bawah tekanan suporter yang pernah memujanya?

Penutup

Satu hal yang pasti, kembalinya Alejandro Garnacho ke Old Trafford akan menjadi salah satu drama paling panas di awal musim Premier League 2025/2026. Sebuah panggung yang mempertemukan cinta lama, luka yang belum sembuh, dan sorakan yang kini berubah menjadi sindiran.

Bayern Munich Kepincut “Titisan Puskas” Dominik Szoboszlai

Nama Dominik Szoboszlai tengah jadi buah bibir di dunia sepak bola Eropa. Gelandang muda asal Hongaria itu disebut-sebut sebagai “ titisan ...