Saran mengejutkan datang dari Carles Planchart, mantan analis kepercayaan Pep Guardiola, yang menyarankan sang pelatih untuk meninggalkan Manchester City dan memulai tantangan baru.
Planchart bukan orang asing bagi Guardiola. Ia telah menjadi bagian dari tim pelatih sejak era Barcelona, Bayern Munich, hingga Manchester City—total lebih dari 18 tahun bekerja bersama. Dengan pengalaman panjang itu, ia mengaku cukup memahami ritme kerja dan kondisi mental Guardiola, baik di dalam maupun luar lapangan.
“Sebagai teman, saya akan menyarankan dia mencari proyek baru karena dia masih punya perjalanan panjang di depan,” ujar Planchart dalam wawancara dengan SPORT.
Saatnya Rehat dan Menyegarkan Diri?
Planchart menilai bahwa Guardiola membutuhkan jeda untuk menyegarkan diri, baik secara fisik maupun emosional. Terutama setelah menukangi City selama nyaris satu dekade, dengan tuntutan tinggi setiap musim.
Musim lalu, Manchester City gagal mempertahankan dominasinya di Premier League, hanya finis di posisi ketiga setelah sebelumnya sukses mencatat empat gelar liga secara beruntun. Penurunan ini dinilai sebagai salah satu sinyal bahwa energi tim mulai menipis.
“Terkadang Anda kekurangan energi. Ketika terjebak dalam dinamika yang buruk, sangat sulit untuk bangkit kembali,” kata Planchart.
Menurutnya, tidak hanya pemain yang kelelahan, tapi staf pelatih juga mulai merasakan tekanan yang terus-menerus. Ini yang membuatnya yakin, Guardiola butuh tantangan baru agar bisa memulai proyek selanjutnya dengan semangat yang utuh.
Batas Ideal: 5–6 Tahun
Planchart juga menekankan bahwa durasi ideal bagi seorang pelatih untuk menangani satu tim seharusnya tidak lebih dari lima atau enam tahun. Di atas waktu itu, risiko kelelahan dan kejenuhan meningkat drastis.
“Saya pikir sebuah proyek kepelatihan sebaiknya berlangsung lima atau enam tahun. Lebih dari itu, energinya akan habis,” ujarnya.
Guardiola sendiri masih terikat kontrak hingga 2027 di Etihad Stadium. Namun, dalam beberapa wawancara sebelumnya, ia sempat menyebut ingin mengambil jeda panjang, seperti yang dilakukan Jurgen Klopp setelah meninggalkan Liverpool.
Penurunan Performa & Tantangan Baru
Planchart juga menyoroti bahwa salah satu faktor penurunan performa City musim lalu adalah cedera pemain kunci serta staf yang mulai menua, yang berdampak langsung terhadap intensitas dan dinamika tim.
“Kekurangan energi membuat kami harus berjuang keras hanya untuk lolos ke Liga Champions,” ungkapnya.
Sebagai analis performa, Planchart memiliki peran krusial di balik layar. Ia menggunakan teknologi visualisasi taktik untuk memudahkan pemain memahami strategi, terutama di klub seperti City yang bermain hampir setiap tiga hari.
Akankah Pep Pergi?
Hingga kini, Guardiola belum memberikan pernyataan resmi soal masa depannya setelah 2027. Namun dengan saran dari orang kepercayaan seperti Planchart, banyak yang mulai berspekulasi bahwa masa sang pelatih legendaris di Manchester City mungkin tidak akan lama lagi.
Apakah Pep akan mencari petualangan baru? Atau justru memilih istirahat seperti Klopp?
Waktu yang akan menjawab.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)